Karpet Eva Foam;lucu warna warni dan murah, tapi nyadar gak kalau mungkin berbahaya...?
Sekitar beberapa tahun yang lalu, salah seorang teman mengirimkan page tentang pemilihan karpet bermain yang aman. Lumayan kaget, karena ternyata karpet bermain yang sering banget di pakai dan dijual bebas di Indonesia bisa jadi mengandung bahan berbahaya dengan level cukup tinggi yang disebut formamide (a toxic industrial chemical) dan bersifat karsinogen. Anak-anak bisa terekspos karena formamide yang dilepaskan dalam bentuk gas ataupun karena bersentuhan langsung saat beraktifitas di atas karpet tersebut.
Kalau dipikir-pikir biasanya karpet dengan bahan eva foam ini baunya memang suka menyengat ketika dalam kondisi baru.
Awalnya saya pikir udah banyak yang tahu soal issue ini, tapi baru-baru ini saat chat dengan beberapa mums lain, ternyata banyak banget yang gak tahu. Akhirnya saya share sekalian sekarang hehehe.
Sebenarnya bahan lain yang mengandung Formamide gak cuma eva foam. Yang menjadi masalah apabila level kandungan formamidenya melebihi batas aman seperti yang di isukan terkandung dalam karpet eva foam. Bahan jenis eva foam ini juga umum digunakan dalam bentuk permainan puzzle, dll.
Formamide, also known as methanamide, is an amide derived from formic acid. It is a clear liquid which is miscible with water and has anammonia-like odor. It is chemical feedstock for the manufacture of sulfa drugs, other pharmaceuticals, herbicides, pesticides and the manufacture ofhydrocyanic acid. It has been used as a softener for paper and fiber. It is a solvent for many ionic compounds. It has also been used as a solvent forresins and plasticizers
Harga karpet dengan bahan eva foam memang relatif murah banget dibanding karpet busa latex, atau merk mahal dwingular, parklon, dll (biasanya disebut karpet korea). Dengan harga kurang dari 100 ribu rupiah, karpet lucu warna-warni empuk bahan eva foam ini, lengkap dengan berbagai puzzle alfabet, numeric atau berbagai gambar hewan lucu-lucu sudah bisa di bawa pulang. Kalau yang impor dari US biasanya memang lebih mahal dan keliatan lebih solid dan gak terlalu bau, dibandingkan yang buatan negara cina/malaysia/asia lainnya.


Di beberapa negara Eropa, karpet jenis ini malah sudah di larang (baca : http://www.papalogic.com/foam-mats-health-risk-the-results-are-in/).
Ironisnya, karpet jenis ini umum dipergunakan di tempat bermain, playground, playland dan preschool yang ada di Indonesia. Bahkan di playground dan preschool berkelas atas sekalipun tanpa kita sebagai orang tua atau pengajar tahu asal muasal nya. Apakah sudah berasal dari manufacturer terpercaya atau bukan.
Mungkin kurang info, atau mungkin juga kurang perhatian dari pemerintah mengenai penggunaan material aman untuk anak usia dini. Memang katanya sih sekarang produsen karpet Eva Foam terus berinovasi untuk mengeliminasi bahaya toxin. Tapi, sampai sekarang sih setau saya negara-negara EU masih memberlakukan larangan untuk produk ini.
Issue ini juga lumayan hangat di US, walaupun pemerintah nya tidak sampai memberlakukan larangan seperti negara di EU yang memang biasanya lebih strict soal safety.
Pro dan kontra soal produk ini masih berlangsung sampai sekarang. Ada juga yang berpendapat kalau toxin nya akan hilang seiring waktu, jadi sebelum dipakai sebaiknya di jemur dan dibiarkan dulu diluar.
Tapi kalau saya sih mending main aman dan beralih ke produk jenis lain. Yang namanya buat anak, mending jangan eksperimen hehehe. Kalau mau pakai pun, pastikan manufacturernya siapa, dan cek ingredients nya. Sebaiknya sudah ada tag "formamide free"-nya.
Berikut ada juga beberapa link yang mungkin bisa membantu sebelum memutuskan mau pakai yang mana.
Twitter/Instagram : @herupdates
